liburang tapi uang tetap mengalir ia di sini tempatnya

2,000,000 Shoppers
Advertise your product to 2,000,000 shoppers. Just for $19.90
Click Here...
20,000 Visitors Just for $19.90
Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website.
Click Here...
20,000 Users Just for $19.90
Quality advertising. Big traffic. All users unique All real customers
Click Here...
Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr?cmd=_s-xclick&hosted_button_id=SLT8N5GZAAVEW

Rabu, 26 November 2014

Antara Aku, Tukang Cukur dan Tuhan

Antara Aku, Tukang Cukur dan Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sudah panjang. Aku harus memotongnya. Aku langsung mengambil motorku dan pergi ke tukang cukur terdekat.

Kuhentikan motorku di depan toko itu. Tokonya sederhana, menggabung dengan rumah si tukang cukur. Cat warna hijau dengan jendela besar di depan toko itu yang ditulisi dengan cat warna merah, tulisannya adalah “POTONG RAMBUT. RAPI. MURAH. DIJAMIN PUAS”.

Aku langsung mengambil kunci motor dan berjalan masuk ke dalam. Ruangannya sederhana, tembok yang di cat senada dengan luarnya, meja dan kursi yang berwarna putih tanpa pemakai, alat-alat cukur lengkap dengan sisir bermacam-macam, ada yang kecil, ada juga yang besar. Ada yang warna hitam, sampai warna oranye pun ada.
Namun di sini sepi. Tidak ada pelanggan sama sekali, mungkin hanya musik dangdut yang dinyalakan si tukang cukur.

Sesaat aku melihat-lihat, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. Refleks aku langsung berbalik dan melihat sesosok pria hitam kurus berkumis dengan pakaian merah dan celana hitam. Lalu dia tersenyum kepadaku dan berkata, “Mau potong Mas?”. Aku mengangguk dan duduk di kursi putih. Kursi si pelanggan.
“Sepi, Mas?” Tanyaku sambil melihat bayangan si tukang cukur yang sedang mencari guntingnya lewat cermin di depanku ini. Cermin.
“Iya nih, Mas. Mungkin para pelanggan sudah bisa potong rambut sendiri.” Jawabnya sambil memasangkan kain plastik ke tubuhku.
“Mungkin ya, Mas.”
... baca selengkapnya di Antara Aku, Tukang Cukur dan Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa gabung di sini