liburang tapi uang tetap mengalir ia di sini tempatnya

2,000,000 Shoppers
Advertise your product to 2,000,000 shoppers. Just for $19.90
Click Here...
20,000 Visitors Just for $19.90
Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website.
Click Here...
20,000 Users Just for $19.90
Quality advertising. Big traffic. All users unique All real customers
Click Here...
Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers. https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr?cmd=_s-xclick&hosted_button_id=SLT8N5GZAAVEW

Jumat, 06 Mei 2016

Wiro Sableng #116 : Hantu Selaksa Angin

Wiro Sableng #116 : Hantu Selaksa Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

SENGATAN sinar matahari di wajah dan sekujur badannya menyadarkan Pendekar 212 Wiro Sableng. Perlahan-lahan dia buka kedua matanya tapi serta merta dipicingkan kembali, tak tahan oleh silaunya cahaya matahari. Sambil melindungi matanya dengan tangan kiri Wiro mencoba bangkit dan duduk di tanah.

"Ampun, sekujur tubuhku sakit bukan main. Tulangtulang serasa copot. Kepalaku mendenyut tak karuan. Apa yang terjadi dengan diriku...?" Wiro buka kembali sepasang matanya. Lalu memandang berkeliling. Dia dapatkan dirinya berada di satu kawasan berbatu-batu di kaki sebuah bukit kecil. Pakaiannya kotor bahkan ada robekanrobekan di beberapa tempat. Lengan serta kakinya lecet. Ketika dia meraba kening sebelah kiri ternyata kening itu benjut cukup besar. Di depan sana dia melihat beberapa pohon besar bertumbangan. Semak belukar berserabutan dan bertebaran di mana-mana.

"Kaki bukit batu... Pohon-pohon tumbang... Sunyi. Di mana ini... Bagaimana aku bisa berada di tempat ini?" Wiro kembali memandang berkeliling. Dia coba mengingat-ingat sambil menggaruk kepala. Seperti diceritakan dalam episode terdahulu, "Rahasia Perkawinan
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #116 : Hantu Selaksa Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa gabung di sini